!!!!...hmmm....!!!!!
hari ini ada yang mengganjal pikiran, kemaren nyokap mesti dibawa kerumah sakit karna dah tiga hari dia mengeluh sakit, infeksi saluran kandung kemih vonis dokter setelah hasil lab rumah sakit tersebut. sekarang pun harus cek up lagi kerumah sakit.
sakit memang mahal, uang untuk bertahan hidup satu bulan ludes. dan tadi pagi waktu sarapan istriku bilang nyokapnya (mertoku) telepon bahwa si bontot belum bayar sekolah, hilang selera makanku..., dia bilang semuanya kurang 1,2jt. aku cuma bisa menatap istriku dan perut besarnya yang sedang mengandung anakku, sudah hampir 6 bulan anakku di dalam rahimnya, apa kelak generasiku bisa menuntut pendidikan yang layak, hmmm... terlalu jauh alam pikiranku menerawang masa depan. jangankan itu untuk biaya lahiran pun aku belum punya, uang yang kusimpan selalu habis untuk keperluan yang selalu mendadak.
yap disini aku teringat kakekku yang didalam dirinya ku temukan figur seorang ayah, dia yang mendidiku menjadi seorang yang berusha berdiri di atas kakinya sendiri, dia yang menyekolahkanku, dia yang merawatku sejak kecil dan kembali teringat kata-kata yang ia tanamkan dalam diriku... "kamu tau kenapa mbah bawa kamu bersama mbah, mbah pernah berjanji sama diri sendiri, selama mbah masih mampu dan selama mbah masih hidup jangan sampe anak cucu mbah ngga sekolah, sekolahnyapun jangan sama kaya sekolahan mbah, mbah tuh cuma sekolah SR (sekolah rakyat, sekolah waktu jaman penjajah) mbah mau anak cucu mbah pendidikanya lebih tinggi dari mbah minimal SMA (waktu itu masih wajib sekolah tingkat dasar), mbah mau kamu sekolah yang bener biar nanti kalo kamu sudah kerja bisa bantu adik2 kamu sekolah"
simbah ku ini pensiunan PNS disalah satu kantor departemen milik pemerintah di daerah jakarta selatan, walaupun sudah bertahun tahun simbah hidup dijakarta tapi simbah tetap orang dusun, tetap orang gunung cara berfikirnya. polos, lugu dan jujur kenapa...???, menurut pandangan gue hidupnya simbah ini ngga mikirin harta, yang di pikirin tuh cuma biaya pendidikan anaknya dan untuk makan, dan kenapa gue bisa bilang begitu???. temen sejawatnya simbah tuh dah pada pake mobil trus juga punya rumah di bilangan menteng, perumahannya orkay/ borju/ sinyo. mbah cuma naek angkutan umum kalo ngga punya duit dia jalan kakiuntuk ke tempat kerjanya dan ngontrak di gang jawa daerah menteng atas dan setelah puluhan tahun dia punya rumah di perumnas2 daerah bekasi hasil kredit, dia juga pernah bilang " walaupun kamu ngga punya apa-apa, hidup kamu susah. mbo ya sing jujur, jujur nganti ajur." mbah banyak cerita sama gue, tentang banyak hal. yang sebagian kata katanya tertanam untuk anak cucunya, simbah sekarang dah sakit sakitan sudah terlalu ranta tapi tetap ngga mau ngerepotin anak cucunya, simbah harus cek ke dokter tiap minggunya, simbah ngga pernah ngeluh.
ahhk... terlalu lama melamun mengenang waktu tinggal sama simbah, ya sudah lah ... lha wong aku mung menungso, menungso sing wajib usaha, cipta-rasa-karsa-karya kuwi cekelan urip menungso, cipta itu pikiran yang jernih-rasa itu hati yang tulus-karsa adalah kehendak atau tekad yang bulat-karyo berkerja keras atau berusaha, "ngelmu" - sedulur papat lima pancer.


