22 May 2009

!!!!...hmmm....!!!!!

hari ini ada yang mengganjal pikiran, kemaren nyokap mesti dibawa kerumah sakit karna dah tiga hari dia mengeluh sakit, infeksi saluran kandung kemih vonis dokter setelah hasil lab rumah sakit tersebut. sekarang pun harus cek up lagi kerumah sakit.

sakit memang mahal, uang untuk bertahan hidup satu bulan ludes. dan tadi pagi waktu sarapan istriku bilang nyokapnya (mertoku) telepon bahwa si bontot belum bayar sekolah, hilang selera makanku..., dia bilang semuanya kurang 1,2jt. aku cuma bisa menatap istriku dan perut besarnya yang sedang mengandung anakku, sudah hampir 6 bulan anakku di dalam rahimnya, apa kelak generasiku bisa menuntut pendidikan yang layak, hmmm... terlalu jauh alam pikiranku menerawang masa depan. jangankan itu untuk biaya lahiran pun aku belum punya, uang yang kusimpan selalu habis untuk keperluan yang selalu mendadak.

yap disini aku teringat kakekku yang didalam dirinya ku temukan figur seorang ayah, dia yang mendidiku menjadi seorang yang berusha berdiri di atas kakinya sendiri, dia yang menyekolahkanku, dia yang merawatku sejak kecil dan kembali teringat kata-kata yang ia tanamkan dalam diriku... "kamu tau kenapa mbah bawa kamu bersama mbah, mbah pernah berjanji sama diri sendiri, selama mbah masih mampu dan selama mbah masih hidup jangan sampe anak cucu mbah ngga sekolah, sekolahnyapun jangan sama kaya sekolahan mbah, mbah tuh cuma sekolah SR (sekolah rakyat, sekolah waktu jaman penjajah) mbah mau anak cucu mbah pendidikanya lebih tinggi dari mbah minimal SMA (waktu itu masih wajib sekolah tingkat dasar), mbah mau kamu sekolah yang bener biar nanti kalo kamu sudah kerja bisa bantu adik2 kamu sekolah"

simbah ku ini pensiunan PNS disalah satu kantor departemen milik pemerintah di daerah jakarta selatan, walaupun sudah bertahun tahun simbah hidup dijakarta tapi simbah tetap orang dusun, tetap orang gunung cara berfikirnya. polos, lugu dan jujur kenapa...???, menurut pandangan gue hidupnya simbah ini ngga mikirin harta, yang di pikirin tuh cuma biaya pendidikan anaknya dan untuk makan, dan kenapa gue bisa bilang begitu???. temen sejawatnya simbah tuh dah pada pake mobil trus juga punya rumah di bilangan menteng, perumahannya orkay/ borju/ sinyo. mbah cuma naek angkutan umum kalo ngga punya duit dia jalan kakiuntuk ke tempat kerjanya dan ngontrak di gang jawa daerah menteng atas dan setelah puluhan tahun dia punya rumah di perumnas2 daerah bekasi hasil kredit, dia juga pernah bilang " walaupun kamu ngga punya apa-apa, hidup kamu susah. mbo ya sing jujur, jujur nganti ajur." mbah banyak cerita sama gue, tentang banyak hal. yang sebagian kata katanya tertanam untuk anak cucunya, simbah sekarang dah sakit sakitan sudah terlalu ranta tapi tetap ngga mau ngerepotin anak cucunya, simbah harus cek ke dokter tiap minggunya, simbah ngga pernah ngeluh.

ahhk... terlalu lama melamun mengenang waktu tinggal sama simbah, ya sudah lah ... lha wong aku mung menungso, menungso sing wajib usaha, cipta-rasa-karsa-karya kuwi cekelan urip menungso, cipta itu pikiran yang jernih-rasa itu hati yang tulus-karsa adalah kehendak atau tekad yang bulat-karyo berkerja keras atau berusaha, "ngelmu" - sedulur papat lima pancer.

08 May 2009

Protect Flashdrive

Gara gara banyak yang ngeluh flasdisknya pada kena virus, jadi inget sebuah tool nyang namanya USB disk security & Flash Disinfector, udah lama ngga pake karna sama Ansav malah kedetek virus, hm.... coba cara manual aja deh, intinya kedua tool tersebut membuat file autorun.inf yang ngga bisa dihapus tapi belum tentu flasdisk kita aman dari virus, yah... seengaknya minimalisir aja karna banyak vrus yang butuh autorun dah ah panjang lebar ngomongnya langsung ke pokok permasalahan,

Persiapan
1.diawali Bismillah dan di akhiri Alhamdulillah
2.seperti biasa kopi hitam yang kental tanpa gula, kalo ga doyan kopi bisa yang laen kaya aer kobokan satu ember wekekekekek...etc...
3.buka winamp atawa musik player nyang laen, s`tel musik nyang bisa mengobarkan semangat joang 45
4.jangan pernah menyerah dengan keterbatasan yang ada, kalo ngga punya komputer bisa pinjem ma tetanga sebelah (inget lho pijem komputer bukan ngadali anak prawan tetangga), ngga punya akses internet buat baca blog ini bisa lari kewarnet, kalo ngga ada dua2nya njan sampeyan iki kere tenan, wis kere ra usaha modar a'e
5.nyang 2&3 gak usah juga ga apa2 lha wong cuman bentaran kok....

Pertamax
buka comment prompt (taukan caranya... StarMenu > Run > ketik CMD > enter... atawa cari di StartMenu > Program > Accessories)

Keduax
Ketik "md autorun.inf"
md adalah perintah membuat folder atawa directory

Ketigak
Ketik "type nul > "\\?\e:\autorun.inf\con.tain mat_toha"
perintah "con" adalah membuat nama file dengan illegal name

Kepapat
Ketik "attrib +r +a +s +h autorun.inf"
nah nyang ini bikin autorun.inf ngumpet, trus jadi system file & achieve & read only.

Nah ni dia contohnye



semoga yang kasih ilmu entah dengan ngebacot sambil bego2in gue atau mungkin dengan tulisanya di BLOG, slalu dilindungi yang kuasa dan semoga tulisan ini juga bermanfaat sama nyang laen

31 January 2009

Dokumentasi palabuhan Ratu-Sukabumi


adikku yang narsis lagi di karang hawu

me...

ya gini deh keadaannya.... tidur aja kaya ikan peda dijemur....

bancakiii....n eh bancakan ding.....

wekekekekekekekeeek dasar usil aje yang moto...

Alloh masa besar.... indahnya ciptaannya...

masa depan yang kelam & masa silam yang gelap wekekekekeke......

nah kalo nyang ini lagi di rumah kang dadan di cikelat - cisolok

ngariung..... mantabz......

lagi ditempat wak omen "makasih wa atas ikan & ayam bakarnya"

santai dulu dipantai

he... he... he... lagi ma kang dadan caleg dari cisolok

06 November 2007

Punakawan

Di dalam cerita Pewayangan khususnya Yogyakarta dan Surakarta dikenal adanya tokoh Panakawan. Pana artinya mengetahui, memahami permasalahan yang dihadapi dan mampu memberikan solusi-solusinya. Sedangkan Kawan atau sekawan selain berarti berjumlah empat, juga dapat dimaknai sebagai teman atau sahabat. Mereka adalah Semar beserta ketiga anaknya, yaitu; Gareng, anak yang paling tua, Petruk anak kedua dan yang bungsu bernama Bagong.

Tugas utama panakawan adalah menghantar dan memomong tokoh ksatria dalam mencari dan mencapai cita-cita hidupnya. Hubungan antara panakawan dan tokoh ksatria adalah hubungan yang sangat lentur. Kadang-kadang hubungan mereka bagaikan abdi dan bendara, yang melayani dan yang dilayani. Ada kalanya hubungan mereka seperti layaknya raja dan rakyatnya, gusti dan kawula, yang disembah dan yang menyembah Namun yang lebih tepat hubungan antara Panakawan dan ksatria bagaikan kedua sahabat yang saling berkomunikasi, berinteraksi, bertukar pendapat serta pikirannya untuk menyelesaikan dan menyingkirkan masalah-masalah yang menghalangi dalam usahanya mencapai sebuah cita-cita. Mereka saling asah (mengasah budi dan pikiran), asih (mengasihi dan mencintai), asuh (menjaga dan memelihara).

Keberhasilan tokoh ksatria dalam mencapai cita-citanya sangat bergantung kepada panakawan. Jika sang ksatria bersikap rendah hati mampu membina hubungan yang harmonis dengan panakawan, mau membuka hati untuk mendengarkan dan melaksanakan saran dari tokoh panakawan, dan rela hidup miskin, niscaya keberhasilan akan tercapai. Namun jika terjadi sebaliknya, kegagalanlah yang didapat. Karena begitu dominannya peran panakawan dalam menentukan keberhasilan sang ksatria, maka kemudian muncul sebuah pertanyaan Siapakah sesungguhnya tokoh panakawan tersebut? Menyimbolkan apakah mereka? Mengapa berjumlah empat?

Tidak sedikit tulisan dan pendapat yang menguraikan tokoh panakawan. Diantaranya adalah bahwa tokoh panakawan adalah Dewa atau penguasa semesta alam yang ngejawantah menjadi manusia miskin untuk bekerjasama dan membantu usaha manusia agar dapat mencapai cita-cita luhur. Ada juga yang berpendapat bahwa kemunculan tokoh panakawan ini bersamaan dengan suatu gerakan kalangan bawah yang ingin menunjukan kekuatan rakyat yang sesunguhnya. Raja dan para bangsawan (ksatria) yang berkuasa, tidak akan pernah berhasil mengantar negerinya kearah kemakmuran dan kesejahteraan jika tidak didukung dan di emong oleh rakyat. Seperti yang digambarkan dalam cerita wayang bahwa yang berhasil dan menang dalam sebuah pergulatan mendapatkan ‘wahyu’ adalah tokoh yang senantiasa diikuti oleh panakawan.

Sementara itu ada yang menguraikan bahwa ke empat panakawan tersebut merupakan simbol dari cipta, rasa, karsa dan karya. Semar mempunyai ciri menonjol yaitu kuncung putih. Kuncung putih di kepala sebagai simbol dari pikiran, gagasan yang jernih atau cipta,. Gareng mempunyai ciri yang menonjol yaitu bermata kero, bertangan cekot dan berkaki pincang. Ke tiga cacat fisik tersebut menyimbolkan rasa. Mata kero, adalah rasa kewaspadaan. Tangan cekot adalah rasa ketelitian. Kaki pincang adalah rasa kehati-hatian. Petruk adalah simbol dari kehendak, keinginan, karsa yang digambarkan dalam kedua tangannya. Tangan depan menuding dengan telunjuknya, tangan belakang dalam posisi menggenggam. Jika digerakkan, kedua tangan tersebut bagaikan kedua orang yang bekerjasama dengan baik. Tangan depan menunjuk, memilih apa yang dikehendaki, tangan belakang menggenggam erat-erat apa yang telah dipilih. Sedangkan karya disimbolkan Bagong dengan dua tangan yang kelima jarinya terbuka lebar, artinya pekerja keras. Cipta, rasa, karsa dan karya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Cipta, rasa, karsa dan karsa berada dalam satu wilayah yang bernama pribadi atau jati diri manusia, disimbolkan tokoh Ksatria. Gambaran manusia ideal adalah merupakan gambaran pribadi manusia yang utuh, dimana cipta, rasa, karsa dan karya dapat menempati fungsinya masin-masing dengan harmonis untuk kemudian berjalan seiring menuju cita-cita yang luhur. Dengan demikian menjadi jelas bahwa antara Ksatria dan panakawan mempunyai hubungan signifikan. Tokoh ksatria akan berhasil dalam hidupnya dan mencapai cita-cita ideal jika didasari sebuah pikiran jernih (cipta), hati tulus (rasa), kehendak, tekad bulat (karsa) dan mau bekerja keras (karya).

Diibaratkan seorang sais (jati diri manusia) mengendarai sebuah kereta yang ditarik empat ekor kuda (cipta, rasa, karsa dan karya). Bagaimana Kereta itu berjalan untuk mencapai tujuan sangat bergantung dengan kemampuan sais dalam mengendalikan dan mengoptimalkan kuda-kudanya. Jika si sais terampil niscaya ke empat kudanya akan kompak berderap berpacu menuju sasaran. Rintangan yang menghadang di jalan tidak akan membuat kereta jatuh dan tak mampu bangkit kembali. Paling-paling kereta akan mengurangi kecepatan sejenak untuk kemudian berpacu kembali.